[Review] Maukah Kau jadi Temanku?



[Review] Maukah Kau jadi Temanku?


Keterangan Buku:

Judul                                  : Maukah Kau jadi Temanku?
Ilustrasi                              : Hanny Alexandra
Penulis                               : Naning Chandra
Penyunting                         : Putri Sastra
Desain                                : Amanda M. T. Castilani
Penerbit                              : PT Buana Ilmu Populer
Terbit                                  : 2017
Tebal                                   : 21 halaman



Maukah Kau jadi Temanku? Bercerita kisah seekor ikan Paus yang hidup di lautan. Ukurannya paus besar, mulutnya lebar dan bergerigi. Namanya Wally, sikapnya ramah tidak semenakutkan dengan apa yang dikatakan orang. Tetapi setiap kali ia mendekati ikan-ikan, mereka akan lari ketakutan melihatnya. Wally tidak memiliki teman, ia biasa berenang sendirian di atas terumbu karang yang berwarna-warni.

Saat itu Memo s ikat badut dan Bobi ikan buntal sedang lomba  berenang cepat untuk sampai ke karang hijau dan Memo si ikan badut memenangkan pertandingan. Namun tiba-tiba si Pepi penyu berteriak menunjuk ke atas, sosok hitam mendekat ke arah mereka. Mereka berteriak, berenang dan bersembunyi kecuali si Bobi. Bobi akhirnya menggembungkan tubuhnya, duri-duri tajam keluar seketika saat bahaya mengancam.

"Hai kawan, jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu," sapa Wally ramah.”
 (halaman 6)


Bobi tidak percaya dengan kata-kata Wally, ia yakin Wally akan memangsa mereka, karena mereka lebih kecil darinya. Wally berusaha tersenyum, giginya yang besar terlihat rapi dan mengerikan bagi mereka. Wally berusaha meyakinkan lagi kepada Bobi, jika dirinya tidak akan memangsa siapapun yang ada di sana tapi sia-sia. Semuanya lari dan menjauhi Wally.

Memo yang bersembunyi dan mengamati kejadian tadi, menjadi iba  melihat Wally yang bersedih hatinya karena tidak mempunyai teman.

"Teman-teman, au rasa paus tadi ingin berteman dengan kita," ujar Memo mengumpulkan teman-temannya. Tetapi ucapan Memo masih tidak dipercaya.

Keesokan harinya Memo mengunjungi Taman Karang, tempat biasanya bermain. Eh ... Wally sudah berada di sana. Memo menjaga jarak untuk melindungi dirinya, Wally malah menyapa ramah dan memperkenalkan dirinya kepada Memo. Kata hati Memolah yang membuat ia lantas keluar dari persembunyian.

Sementara yang lainnya hanya memerhatikan dari jauh, melihat Memo yang asyik bermain. Memo berseru kepada mereka untuk bergabung, tetapi mereka masih ragu. Tetapi karena melihat Memo yang baik-baik saja ketika berada di dekat Wally, rasa penasaran mereka pun semakin tinggi.

Apakah ikan-ikan lainnya akan bergabung bersama Memo bermain ataukah masih tetap bersembunyi di balik karang? Benarkah Wally akan menjaga janjinya untuk tidak memakan mereka? Temukan jawabannya di buku Maukah Kau jadi Temanku?

Happy reading!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar