Selasa, 15 Desember 2020

Anak Kesulitan Belajar Sejak Belajar di Rumah

 

Anak Kesulitan Belajar Sejak Belajar di Rumah - Selamat pagi, masa pandemi Covid-19 memang belum berakhir tetapi kita wajib menjaga kesehatan yang paling penting. Adanya pandemi memang menghantam dari segala lini dan semua sektor. Terlebih dalam dunia pendidikan, yang mana anak-anak yang biasanya pergi ke sekolah harus dikondisikan untuk belajar melalui daring saja.



Tekanan untuk Dana Pendidikan


 

Mungkin awalnya memang kaget, dan cemas, tapi lama-alama anak pun jadi terbiasa melakukan home learning, dengan dibantu pengertian oleh orangtua maupun pihak sekolah. Home learning ini, ialah suatu kondisi di mana siswa tidak datang ke gedung  sekolah, tetapi masih memiliki kelas. Oleh karena itu, cara interaksi anak-anak dengan guru dan teman sekolah melewati alat digital, yang membantu mereka berinteraksi walaupun mereka berada di lokasi yang berbeda.

 

Untuk mencegah penularan COVID-19 saat berkumpul di gedung sekolah, pelajaran akan diadakan lewat metode home-learning. Walaupun istilah yang digunakan adalah ‘home-learning’, bahwa artinyanadalah ‘belajar di rumah’, anak-anak bisa saja tidak berlokasi di rumah untuk belajar di kelas mereka saat jam sekolah. Anak belajar di mana saja asal ada alat digital.

 

Sebelum COVID-19, banyak anak sudah menghadapi tekanan untuk dana pendidikan mereka. Karena kekurangan uang, banyak rumahtangga mengalami kesusahan untuk mendapatkan makanan, obat-obatan, tempat tinggal, sekolah, dan sejenisnya. Sejak COVID-19, tekanan anak meningkat karena masa depan yang tidak stabil. Kondisi yang tidak stabil ini juga menekankan anak-anak untuk mempersiapkan mental jika ada kebutuhan mendadak untuk kembali ke gedung sekolah. Hal ini bisa terjadi jika kondisi COVID-19 sudah mereda.

 

Kecemasan anak-anak juga diakibatkan karena kondisi COVID-19 bisa tiba-tiba mereda dan walaupun sudah mereda, bukan berarti tetap mereda. Karena kondisi COVID-19 tidak bisa diprediksi, anak-anak mendapat tekanan mental saat anak belajar di rumah, untuk siap bolak-balik dari kondisi home-learning kekondisi belajar di gedung sekolah dan dari kondisi belajar di gedung sekolah kekondisi home-learning. Jadi, situasi sangat tidak stabil. Tekanan mental ini membuat anak kesulitan belajar.

 

Selain tekanan mental karena kondisi lokasi sekolah, banyak keluarga yang hidup dalam kemiskinan tidak mampu membeli alat digital agar anaknya bisa belajar di rumah saat home-learning karena kelas anak-anak diadakan secara online. Tanpa pilihan lain, beberapa keluarga telah memutuskan untuk tarik anak keluar dari sekolah karena tidak mampu beli alat digital untuk mengikuti pelajaran saat kondisi home-learning.


Doa hampir dari orang-orang yang tinggal di belahan bumi manapun, pasti menginginkan kondisi pandemi lekas berakhir. Semoga segera teratasi pandemi ini, karena menurut berita yang sudah dirilis vaksinnya sudah mulai masuk ke Indonesia. Harapan besarnya, semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari ujian pandemi ini. Aamiin.

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar